Mahasiswa
Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) terus menghadirkan
kontribusi nyata bagi pengembangan masyarakat. Menindaklanjuti kesuksesan
program "Branding dan Manajemen Usaha Pupuk Mikroba Berkelanjutan" di
Desa Dawungan, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen pada hari Rabu, 12 Agustus
2026, mahasiswa dari Program Studi Teknik Sipil mengambil peran krusial melalui
langkah konkret. Mereka merancang site plan (tata letak) fasilitas
produksi pupuk mikroba khusus untuk komunitas Kelompok Tani Desa Dawungan.
Kehadiran
program multidisiplin ini bukan tanpa alasan. Tim KKN Undip melihat bahwa
selain strategi pemasaran dan branding yang kuat, kelancaran manajemen
usaha pupuk mikroba sangat dipengaruhi oleh infrastruktur produksi yang
sistematis. Pembuatan pupuk berskala industri rumahan oleh kelompok tani
seringkali terkendala oleh tata letak ruang yang kurang beraturan, sehingga
memperlambat alur kerja.
Menjawab
tantangan tersebut, Fairuz Thoriq Hananto, mahasiswa Teknik Sipil Undip yang
tergabung dalam tim ini, menghadirkan inovasi berupa perancangan denah,
pemetaan alur produksi yang runtut, hingga pembuatan sketsa isometri 3D.
Melalui visualisasi 3D ini, para petani dapat dengan mudah membayangkan dan
menata ulang ruang produksi mereka agar alur pencampuran bahan, proses
fermentasi, hingga pengemasan tidak saling tumpang tindih.
Terkait
program kerjanya, Fairuz Thoriq menjelaskan bahwa pendekatan teknis sangat
diperlukan untuk membangun industri rumahan yang efisien. Pembuatan denah, alur
produksi, dan sketsa isometri 3D ini pada dasarnya adalah bentuk inovasi
infrastruktur skala mikro. Dalam sudut pandang Teknik Sipil, perancangan tata
letak yang matang itu sangat vital. Tujuannya adalah untuk memangkas waktu
pengerjaan yang tidak perlu, sehingga efisiensi dan kapasitas produksi industri
rumahan milik kelompok tani dapat meningkat tajam.
Langkah
strategis perancangan ini sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan
Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Pertama, mendukung
SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Inovasi tata ruang dari mahasiswa
Teknik Sipil ini menunjukkan bahwa perbaikan infrastruktur tidak melulu soal
pembangunan fisik besar, melainkan juga optimalisasi alur kerja di tingkat
mikro (UMKM) untuk mendorong industrialisasi yang lebih baik di desa.
Kedua,
mendukung SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Mengoptimalkan
alur produksi sejalan dengan tema manajemen pupuk yang
"berkelanjutan". Mengoptimalkan alur produksi pupuk mikroba secara
langsung mendukung praktik produksi yang lebih bersih. Dengan site plan
yang terukur, risiko bahan baku tercecer atau kontaminasi silang bisa ditekan,
sehingga mendukung praktik pertanian yang ramah lingkungan dan bertanggung
jawab.
Sinergi
antara branding kemasan yang menarik dan manajemen tata letak produksi
yang efisien ini diharapkan dapat menjadi fondasi bisnis yang kuat. Tim KKN
Undip berharap, rancangan infrastruktur mikro ini tidak sekadar menjadi gambar
di atas kertas, melainkan panduan nyata yang membawa industri pupuk mikroba
Kelompok Tani Desa Dawungan semakin mandiri, profesional, dan berkelanjutan.
Editor: Keredaksian Digdaya







