Mahasiswi KKN UNDIP memberikan
edukasi budaya Jepang kepada siswa SD Negeri 1 Jirapan melalui workshop
pembuatan Koinobori (鯉のぼり) pada 31 Juli 2026.
Desa Jirapan, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen - Masa liburan yang telah usai membuat anak-anak harus kembali memasuki lingkungan sekolah, setelah menikmati waktu liburan mereka bersama dengan keluarga dan beristirahat dari rutinitas Kegiatan Belajar Mengajar. Semangat baru yang mereka bawa untuk menyambut sekolah kembali membuat Hazna Olivia, Mahasiswa KKN Reguler Tim II Universitas Diponegoro (UNDIP) 2026 Desa Jirapan dari Fakultas Ilmu Budaya jurusan Bahasa & Kebudayaan Jepang, turut menyambut momen tersebut dengan menghadirkan kegiatan yang menyenangkan sekaligus edukatif, yaitu Workshop Edukasi Budaya Jepang melalui Seni Kertas Koinobori bagi siswa-siswa SD Negeri 1 Jirapan pada Jumat (31/07/26). Kegiatan ini digagas untuk menyambut Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli 2026, sekaligus sebagai salah satu upaya untuk memberikan aktivitas kreatif kepada anak-anak dan memperkenalkan keberagaman budaya internasional. Mengambil inspirasi dari perayaan Kodomo no Hi (こどもの日) atau Hari Anak di Jepang, kegiatan ini mengajak anak-anak mengenal tradisi Jepang melalui cara yang dekat dengan dunia mereka, yaitu bermain sambil berkarya.
Workshop
yang menyasar siswa kelas 5 ini bertujuan untuk melatih motorik halus anak
melalui aktivitas mewarnai dan berkreasi pada media kertas berpola ikan untuk
membentuk Koinobori, hiasan berupa bendera ikan mas yang menjadi simbol harapan
agar anak-anak dapat tumbuh sehat, kuat, dan sukses dalam budaya Jepang.
Kegiatan digelar bertepatan dengan masa awal masuk sekolah usai libur panjang,
sebagai upaya menumbuhkan kembali semangat belajar siswa. Kegiatan ini
berangkat dari permasalahan mengenai minimnya aktivitas menyenangkan pasca
liburan sekolah, yang kerap membuat siswa kurang antusias saat kembali masuk
kelas. Selain itu, kegiatan sekolah yang bersifat kreatif sekaligus
memperkenalkan budaya internasional secara interaktif dan aplikatif juga dinilai
masih jarang dilakukan di tingkat sekolah dasar.
Dalam
pelaksanaannya, mahasiswa KKN Bahasa & Kebudayaan Jepang menggunakan metode
storytelling sebagai pengantar sebelum mempraktikkan secara langsung.
Siswa kemudian diarahkan untuk mempraktikkan pembuatan Koinobori secara mandiri
dengan pendampingan. Suasana kegiatan pun berlangsung dengan antusias.
Anak-anak bebas memilih warna, menghias, melipat, serta menyusun kertas &
dekorasi sesuai kreativitas masing-masing. Aktivitas sederhana tersebut tidak hanya
menghasilkan kerajinan Koinobori, tetapi juga memberikan kesempatan bagi
anak-anak untuk melatih koordinasi dan keterampilan motorik mereka. Kegiatan
lalu ditutup dengan sesi apresiasi terhadap hasil karya masing-masing siswa.

Dari
kegiatan ini, dihasilkan sejumlah luaran, di antaranya produk kerajinan
Koinobori buatan tangan siswa yang dapat dibawa pulang atau dipajang di ruang
kelas. Kegiatan ini menjadi sarana bagi anak-anak untuk mengenal budaya dari
negara lain secara lebih interaktif. Jika pembelajaran budaya hanya disampaikan
melalui penjelasan, anak-anak mungkin akan lebih mudah merasa bosan. Namun,
melalui kegiatan praktik secara langsung, mereka dapat memperoleh pengalaman
belajar yang lebih menyenangkan sekaligus menghasilkan karya yang dapat dibawa
pulang atau dipajang di kelas. Salah satu siswa kelas 5 bernama Adil
menceritakan pengalaman serunya membuat koinobori bersama Kak Oliv. Ia mengaku
merasa sangat senang karena bisa mengerjakan karya tersebut bersama
teman-temannya. "Rasanya seru dan bahagia bisa mengerjakannya
bareng-bareng sama teman," ujarnya.
Kegiatan
yang berlangsung penuh keceriaan ini menjadi salah satu momen berkesan bagi
siswa SD Negeri 4 Jirapan dalam mengawali tahun ajaran baru. Selain melatih
motorik halus melalui kerajinan tangan, workshop ini juga membuka wawasan
anak-anak terhadap budaya asing yang sarat nilai positif, seperti semangat
merayakan kebahagiaan dan mendoakan kesuksesan anak yang terkandung dalam
tradisi Koinobori dan juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs),
khususnya SDG 4: Quality Education (Pendidikan Bermutu) melalui penyelenggaraan
pembelajaran yang interaktif, kreatif, dan menyenangkan bagi anak-anak.
Pengenalan budaya Jepang melalui praktik membuat Koinobori turut mendukung
Target 4.7, yaitu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai keberagaman
budaya serta nilai-nilai sebagai bagian dari masyarakat global.
Bagi Oliv
selaku mahasiswa KKN, kegiatan ini turut menjadi wujud nyata kontribusi di
bidang pendidikan dan kebudayaan selama masa pengabdian di Desa Jirapan.
Melalui pendekatan yang interaktif dan menyenangkan, workshop ini diharapkan
tidak hanya meninggalkan kesan mendalam bagi siswa, tetapi juga menumbuhkan
semangat belajar mereka usai libur panjang, sekaligus memperkaya pemahaman
anak-anak akan keberagaman budaya dunia sejak usia dini.
Penulis:
Hazna Olivia Arshanti
Mahasiswa
Universitas Diponegoro, Program Studi Bahasa & Kebudayaan Jepang
Editor: Keredaksian Digdaya