Judul : Dari Irigasi, Keluar Air Mata: Intrik Penggunaan Air untuk Pertanian di Sebuah Desa
Karya : Anggalih Bayu Muh Kamim
Buku ini membahas pertarungan petani dari berbagai lapisan/kelas sosial yang berbeda dalam penggunaan air untuk pertanian yang juga berhadapan dengan aktor lainnya tidak hanya pihak swasta, melainkan berbagai elemen pemerintah dari tingkat akar rumput sampai dengan nasional. Buku ini mendedah pemahaman irigasi tidak hanya sebagai infrastruktur fisik pengairan semata, tetapi didudukkan sebagai kemampuan petani dalam mengairi lahannya didasarkan pada kapasitas akses yang tidak dapat dilepaskan dari aspek modal; pengetahuan; teknologi; bahkan pasar, tenaga kerja dalam produksi pertanian mulai dari pra tanam sampai panen; dan identitas sosial yang melekat pada lapisan sosial dari petani dalam mengekspresikan pengairan lahan. Hal tersebut menunjukkan bahwa kemampuan petani dalam memastikan lahannya dalam bertani mendapatkan air yang cukup tidak hanya didasarkan pada akses berbasis otoritas/relasi dengan pemerintah semata yang di dalamnya pun ada banyak sengkarut pengaturan mulai dari soal perbaikan dan pembangunan saluran irigasi itu sendiri; tata kelola irigasi; tata kuasa dan tata ruang yang pro perluasan ekonomi perkotaan; sampai dengan masuknya megaproyek infrastruktur seperti tol Surakarta-Yogyakarta yang turut memengaruhi kemampuan pengairan lahan pertanian. Jauh dari mitos bahwa desa lekat dengan kehidupan yang harmonis, buku ini membongkar kondisi sesungguhnya di desa dari balik klaim tirai harmoni sosial ada petani marjinal yang harus susah payah mendapatkan air untuk bertani.
Contact Person: 0878-3443-3309 (Mimin Aya)





