The Most/Recent Articles

Pre Order Buku Menafsir Cinta dan Kemitraan dalam Al-Qur’an



Judul           Menafsir Cinta dan Kemitraan dalam Al-Qur’an

Karya          Ni’matul Maula

Halaman    : 312
 
Harga         : 60.000

Stok            : 100 Buku (Cetakan Pertama)

Free Pembatas Buku

Sinopsis

Kasus kekerasan dalam rumah tangga masih menjadi isu penting yang membutuhkan perhatian lebih. Dan yang sering menjadi korbannya adalah perempuan. Kesalahan dalam memahami narasi agama dan mengakarnya budaya patriarki menjadi dua pemicu utama terjadinya kasus ini. Dominasi laki-laki dan tersubordinasinya perempuan diperparah dengan pemahaman yang kurang tepat tentang kepemimpinan dalam rumah tangga dan bolehnya memukul istri yang nusyuz. Hal ini kemudian memunculkan pertanyaan bagaimana sesungguhnya relasi suami istri yang dikehendaki oleh agama.

Berangkat dari permasalahan tersebut, buku ini berusaha membaca penafsiran Muhammad Quraish Shihab tentang ayat-ayat kepemimpinan, nusyuz dan etika pergaulan suami istri dengan menggunakan teori Three Kinds of Meaning.

Contact Person: 0878-3443-3309 (Mimin Aya)


Pre Order Buku Bank Syariah dan Tantangan Perkembangan Zaman



Judul           Bank Syariah dan Tantangan Perkembangan Zaman

Karya          Muhammad Tri Ade Putra

Halaman    : 203
 
Harga         : 55.000

Stok            : 100 Buku (Cetakan Pertama)

Free Pembatas Buku

Sinopsis

Bank Syariah dan Tantangan Perkembangan Zaman mengupas secara komprehensif perkembangan Perbankan syariah di Indonesia di tengah dinamika ekonomi, kemajuan teknologi digital, dan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Buku ini membahas konsep dasar syariah, landasan hukum dan akad yang digunakan, strategi inovasi produk, digitalisasi layanan perbankan, hingga berbagai tantangan yang dihadapi lembaga keuangan syariah dalam mempertahankan daya saing di era transformasi digital. Setiap pembahasan disajikan secara sistematis dengan memadukan perspektif teoritis dan praktik industri, sehingga memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai arah pengembangan produk tabungan syariah di masa depan.

Buku ini juga menyoroti pentingnya inovasi sebagai instrumen untuk meningkatkan inklusi keuangan syariah, memperluas jangkauan layanan kepada masyarakat, serta memperkuat kepercayaan nasabah terhadap industri perbankan syariah. Dengan bahasa yang komunikatif dan mudah dipahami, buku ini diharapkan menjadi referensi yang bermanfaat bagi mahasiswa, dosen, peneliti, praktisi perbankan, regulator, maupun masyarakat umum yang ingin memperdalam wawasan mengenai strategi pengembangan produk tabungan syariah yang inovatif, kompetitif, dan tetap berlandaskan nilai-nilai ekonomi Islam.


Contact Person: 0878-3443-3309 (Mimin Aya)


Dukung Pertanian Berkelanjutan, Mahasiswa KKN Teknik Sipil Undip Rancang Site Plan Produksi Pupuk Mikroba di Desa Dawungan.

 

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) terus menghadirkan kontribusi nyata bagi pengembangan masyarakat. Menindaklanjuti kesuksesan program "Branding dan Manajemen Usaha Pupuk Mikroba Berkelanjutan" di Desa Dawungan, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen pada hari Rabu, 12 Agustus 2026, mahasiswa dari Program Studi Teknik Sipil mengambil peran krusial melalui langkah konkret. Mereka merancang site plan (tata letak) fasilitas produksi pupuk mikroba khusus untuk komunitas Kelompok Tani Desa Dawungan.

Kehadiran program multidisiplin ini bukan tanpa alasan. Tim KKN Undip melihat bahwa selain strategi pemasaran dan branding yang kuat, kelancaran manajemen usaha pupuk mikroba sangat dipengaruhi oleh infrastruktur produksi yang sistematis. Pembuatan pupuk berskala industri rumahan oleh kelompok tani seringkali terkendala oleh tata letak ruang yang kurang beraturan, sehingga memperlambat alur kerja.

Menjawab tantangan tersebut, Fairuz Thoriq Hananto, mahasiswa Teknik Sipil Undip yang tergabung dalam tim ini, menghadirkan inovasi berupa perancangan denah, pemetaan alur produksi yang runtut, hingga pembuatan sketsa isometri 3D. Melalui visualisasi 3D ini, para petani dapat dengan mudah membayangkan dan menata ulang ruang produksi mereka agar alur pencampuran bahan, proses fermentasi, hingga pengemasan tidak saling tumpang tindih.

Terkait program kerjanya, Fairuz Thoriq menjelaskan bahwa pendekatan teknis sangat diperlukan untuk membangun industri rumahan yang efisien. Pembuatan denah, alur produksi, dan sketsa isometri 3D ini pada dasarnya adalah bentuk inovasi infrastruktur skala mikro. Dalam sudut pandang Teknik Sipil, perancangan tata letak yang matang itu sangat vital. Tujuannya adalah untuk memangkas waktu pengerjaan yang tidak perlu, sehingga efisiensi dan kapasitas produksi industri rumahan milik kelompok tani dapat meningkat tajam.

Langkah strategis perancangan ini sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Pertama, mendukung SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Inovasi tata ruang dari mahasiswa Teknik Sipil ini menunjukkan bahwa perbaikan infrastruktur tidak melulu soal pembangunan fisik besar, melainkan juga optimalisasi alur kerja di tingkat mikro (UMKM) untuk mendorong industrialisasi yang lebih baik di desa.

Kedua, mendukung SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Mengoptimalkan alur produksi sejalan dengan tema manajemen pupuk yang "berkelanjutan". Mengoptimalkan alur produksi pupuk mikroba secara langsung mendukung praktik produksi yang lebih bersih. Dengan site plan yang terukur, risiko bahan baku tercecer atau kontaminasi silang bisa ditekan, sehingga mendukung praktik pertanian yang ramah lingkungan dan bertanggung jawab.

Sinergi antara branding kemasan yang menarik dan manajemen tata letak produksi yang efisien ini diharapkan dapat menjadi fondasi bisnis yang kuat. Tim KKN Undip berharap, rancangan infrastruktur mikro ini tidak sekadar menjadi gambar di atas kertas, melainkan panduan nyata yang membawa industri pupuk mikroba Kelompok Tani Desa Dawungan semakin mandiri, profesional, dan berkelanjutan.



Editor: Keredaksian Digdaya

Sinergi Mahasiswa KKN Undip Bantu Pelaksanaan Layanan Posyandu di Desa Asemdoyong

Upaya memperkuat layanan kesehatan dasar serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat desa dilakukan oleh Tim II KKN Reguler Universitas Diponegoro (Undip) Kelompok 10 bidang Saintek melalui program sosial kemasyarakatan (sosmas) berupa pendampingan kegiatan Posyandu terpadu di Desa Asemdoyong, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang. Kegiatan ini diselenggarakan secara kolaboratif bersama para kader Posyandu dan Penggerak PKK setempat dengan sasaran berbagai kelompok umur masyarakat, mulai dari bayi dan balita, remaja, ibu hamil, ibu menyusui, hingga kelompok lansia.

Pelaksanaan program melibatkan secara aktif tim mahasiswa lintas disiplin dari rumpun Sains dan Teknologi (Saintek). Kehadiran mahasiswa pada kegiatan kesehatan desa tersebut bertujuan memberikan dukungan teknis sekaligus membantu kelancaran alur pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat desa.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa KKN Undip terlibat langsung dalam berbagai tahapan pelayanan Posyandu terpadu secara sistematis. Bayi dan balita memperoleh pendampingan dalam proses pemantauan tumbuh kembang melalui pengukuran tinggi badan dan berat badan guna mendukung pencatatan kondisi pertumbuhan secara akurat. Kelompok lansia menerima pelayanan melalui Posbindu (Pos Pembinaan Terpadu) berupa pemeriksaan kesehatan rutin yang dilakukan bersama pihak Puskesmas terkait. Pemeriksaan tersebut meliputi pengecekan tekanan darah, kadar gula darah, serta kadar kolesterol untuk membantu memantau risiko penyakit tidak menular pada kelompok usia lanjut.

Kontribusi mahasiswa tidak hanya berfokus pada proses pelayanan kesehatan, tetapi juga mencakup perapian administrasi dan pengelolaan data Posyandu bersama para kader desa. Pendampingan administrasi dilakukan untuk memastikan data rekapitulasi kesehatan warga, mulai dari hasil penimbangan balita hingga pencatatan pemeriksaan lansia, tersusun secara rapi dan akurat. Data tersebut dapat dimanfaatkan sebagai basis informasi dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat Desa Asemdoyong yang lebih terorganisasi.

Pendampingan kegiatan Posyandu diharapkan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi kader kesehatan Desa Asemdoyong. Peningkatan kemampuan kader dalam menjalankan alur pelayanan dan administrasi menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga keberlangsungan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama pendampingan dapat diterapkan kembali dalam kegiatan Posyandu berikutnya.

Partisipasi aktif mahasiswa KKN Undip mendapat sambutan positif dari para kader Posyandu dan masyarakat Desa Asemdoyong. Sinergi antara mahasiswa, kader kesehatan, PKK, dan pihak Puskesmas menjadi bentuk kolaborasi dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat desa. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat pesisir Desa Asemdoyong mengenai pentingnya pemantauan kesehatan secara rutin serta mendorong masyarakat untuk memanfaatkan layanan Posyandu secara berkala.




Editor: Keredaksian Digdaya


KKN Reguler Tim II Undip Hadirkan Kolaborasi Lintas Disiplin untuk Perkuat Pendidikan dan Kepedulian Lingkungan di Desa Asemdoyong


Mahasiswa KKN Reguler Tim II Universitas Diponegoro (Undip) di Desa Asemdoyong, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, menghadirkan rangkaian program multidisiplin sebagai bentuk kontribusi nyata dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Tema “Kolaborasi Lintas Disiplin dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan dan Pengelolaan Lingkungan Berbasis Masyarakat” menjadi dasar pelaksanaan program yang memadukan berbagai bidang keilmuan, mulai dari hukum, kimia, bahasa dan kebudayaan, kesehatan masyarakat, hingga teknik perkapalan. Kelima program dirancang berdasarkan potensi dan permasalahan yang ditemukan di Desa Asemdoyong. Permasalahan pendidikan, kesehatan anak, pengelolaan sampah, serta karakteristik Asemdoyong sebagai wilayah pesisir menjadi dasar mahasiswa dalam menyusun kegiatan yang edukatif dan dekat dengan kehidupan masyarakat.

Pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan menjadi salah satu perhatian utama dalam rangkaian kegiatan tersebut. Desa Asemdoyong memiliki potensi untuk terhindar dari penumpukan sampah ilegal, tetapi masih ditemukan praktik pembuangan sampah di lokasi yang bukan merupakan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) resmi. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan kualitas lingkungan, termasuk kawasan persawahan yang masih produktif. Peningkatan kesadaran masyarakat dilakukan melalui program “Pemasangan Banner Raperda Daerah tentang Larangan Pembuangan Sampah dan Hukumannya pada Titik-Titik Pembuangan Sampah Ilegal.” Banner memuat substansi regulasi desa dan kabupaten mengenai larangan membuang sampah sembarangan serta informasi mengenai konsekuensinya. Pemasangan dilakukan pada titik yang kerap digunakan sebagai lokasi pembuangan sampah ilegal sekaligus mengarahkan masyarakat untuk membuang sampah melalui TPS resmi Desa Asemdoyong.

Kondisi lingkungan pesisir juga menjadi perhatian dalam program “Pembuatan dan Pemasangan Papan Informasi Lingkungan sebagai Media Edukasi di Kawasan Pesisir Desa Asemdoyong.” Desa Asemdoyong memiliki kawasan pesisir dan aktivitas masyarakat yang bergantung pada kelestarian lingkungan pantai. Permasalahan sampah di kawasan pesisir serta keterbatasan media edukasi mengenai dampak sampah dan waktu penguraiannya masih menjadi kondisi yang perlu mendapat perhatian. Program tersebut diawali dengan observasi lingkungan dan penentuan lokasi strategis, kemudian dilanjutkan dengan koordinasi bersama pemerintah desa dan pihak terkait hingga proses pembuatan serta pemasangan papan informasi. Media tersebut memuat informasi mengenai waktu penguraian berbagai jenis sampah sekaligus ajakan menjaga kebersihan. Sasaran kegiatan meliputi masyarakat sekitar pesisir, pengunjung wisata, serta pelaku UMKM di kawasan tersebut.

Edukasi menjadi salah satu bagian penting dalam pelaksanaan program multidisiplin untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Desa Asemdoyong. Hasil koordinasi dengan pemerintah desa menunjukkan bahwa aspek pendidikan masih menjadi perhatian, terutama karena sebagian besar anak di Desa Asemdoyong menyelesaikan pendidikan hingga jenjang SMP. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa untuk menghadirkan kegiatan edukasi yang menarik, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik anak-anak sebagai upaya menumbuhkan minat belajar serta memperluas pengetahuan mereka. Program “Sosialisasi dan Edukasi terkait Bahasa dan Budaya Jepang melalui Cerita Rakyat ‘Urashima Taro’” menjadi salah satu bentuk kegiatan edukasi bagi anak-anak. Kegiatan menyasar anak-anak di sekitar posko KKN yang sebelumnya telah mengikuti kegiatan belajar bersama tim KKN. Penyampaian materi dikemas secara menyenangkan melalui video cerita rakyat Urashima Taro, pengenalan kosakata bahasa Jepang, poster alur cerita, kegiatan mewarnai kimono, serta menulis nama menggunakan huruf Jepang.

Pendekatan pembelajaran kontekstual juga diterapkan dalam program “Meningkatkan Pemahaman dan Minat Belajar Anak-Anak terhadap Ilmu Pengetahuan melalui Pembelajaran Hukum Archimedes yang Dikaitkan dengan Kapal dan Kehidupan Masyarakat Nelayan.” Karakteristik Desa Asemdoyong sebagai wilayah yang memiliki keterkaitan erat dengan aktivitas pesisir dan perikanan menjadi dasar pemilihan materi tersebut. Kapal, perahu, laut, dan aktivitas penangkapan ikan merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat setempat sehingga konsep Hukum Archimedes dapat disampaikan melalui contoh yang dekat dengan lingkungan anak-anak. Pembelajaran dilakukan melalui pemaparan materi, tanya jawab, serta aktivitas kreativitas untuk anak-anak di sekitar posko KKN. Luaran kegiatan berupa poster yang memuat pembahasan Hukum Archimedes dan gambar untuk diwarnai disediakan sebagai media edukasi yang dapat digunakan kembali oleh anak-anak.

Peningkatan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3) diwujudkan melalui program “Pemasangan Kaca Cembung”. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman warga mengenai pentingnya keselamatan, khususnya pada area jalan yang memiliki keterbatasan jarak pandang dan rawan terjadinya kecelakaan. Edukasi diberikan dengan menjelaskan fungsi kaca cembung sebagai alat bantu untuk memperluas jangkauan pandang pengendara pada tikungan maupun persimpangan. Kegiatan dilakukan melalui pemasangan kaca cembung pada titik yang telah ditentukan berdasarkan kondisi lingkungan dan kebutuhan masyarakat. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan dapat lebih memahami pentingnya penerapan K3 serta meningkatkan kewaspadaan dan keselamatan dalam beraktivitas di lingkungan sekitar.

Kelima program tersebut memperlihatkan penerapan kolaborasi lintas disiplin dalam menjawab persoalan masyarakat secara lebih menyeluruh. Edukasi hukum dan ilmu kimia dalam lingkungan diarahkan untuk membangun kepedulian terhadap kebersihan, sedangkan pendekatan bahasa, kesehatan, dan sains digunakan untuk memperkaya pengalaman belajar anak-anak Desa Asemdoyong. Rangkaian kegiatan KKN Reguler Tim II Universitas Diponegoro tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan program, tetapi juga menghasilkan media edukasi dan pengetahuan yang dapat terus dimanfaatkan masyarakat. Kolaborasi lintas bidang diharapkan menjadi langkah kecil dalam mendukung terwujudnya Desa Asemdoyong yang semakin edukatif, sehat, peduli lingkungan, dan berkelanjutan.




Editor: Keredaksian Digdaya

Mahasiswa Teknik Sipil UNDIP Dorong Keselamatan UMKM, Inovasikan K3 dalam Workshop Kombucha di Desa Dawungan

 

Dalam upaya mendorong perekonomian mandiri melalui inovasi pangan, Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro mengadakan Program Kerja Multidisiplin bertajuk "Workshop Pembuatan Teh Kombucha: Inovasi Pangan Fermentasi untuk Mewujudkan Masyarakat Sehat dan Ekonomi Desa yang Tangguh" di Desa Dawungan, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen pada Senin, 3 Agustus 2026. Di tengah antusiasme warga mempelajari cara pembuatan minuman fermentasi ini, ada satu aspek krusial yang dibawa oleh mahasiswa KKN agar produksi tetap aman dan berkelanjutan, yakni Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).

Inovasi ini diinisiasi oleh Fairuz Thoriq Hananto, mahasiswa Program Studi Teknik Sipil UNDIP. Jika keilmuan K3 biasanya identik dengan proyek konstruksi berskala besar, Fairuz mengadaptasinya menjadi penyuluhan K3 sederhana yang dikhususkan untuk skala produksi dapur rumahan atau UMKM. Edukasi ini ditekankan pada pemahaman masyarakat mengenai risiko tersembunyi dalam proses fermentasi kombucha.

Sebagai bentuk uaran fisik yang berkelanjutan, program ini menghasilkan booklet panduan kelompok. Fairuz secara khusus menyusun materi, yaitu “Pentingnya Kesehatan dab Keselamatan Kerja Produksi Kombucha" serta "SOP Penyimpanan Toples Fermentasi". Sosialisasi ini mengajarkan warga cara memitigasi risiko kecelakaan kerja di dapur produksi, seperti bahaya pecahnya toples kaca akibat tumpukan tekanan gas fermentasi, risiko kontaminasi bakteri patogen, hingga potensi luka bakar saat merebus bahan baku.

Langkah preventif ini merupakan bentuk implementasi nyata dari Sustainable Development Goals (SDGs). Dari segi SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), edukasi K3 ini menjadi perisai utama untuk mencegah cedera fisik dan menjaga kesehatan warga secara menyeluruh. Banyak yang belum menyadari bahwa proses fermentasi menghasilkan gas karbon dioksida yang jika terperangkap di ruang kedap bisa menyebabkan ledakan pada toples kaca. Melalui SOP penyimpanan ini, kami ingin warga Desa Dawungan tidak hanya sukses berwirausaha kombucha, tetapi juga memiliki standar keselamatan yang terjamin sejak dari skala dapur.

Sementara itu, program ini juga secara langsung menjawab tantangan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), khususnya pada Target 8.8, karena berhasil menciptakan lingkungan kerja UMKM yang aman dan terlindungi bagi warga desa yang akan merintis usaha kombucha. Kegiatan ini pun disambut antusias oleh para peserta. “Ini ilmu baru bagi kami. Kombucha memang terasa agak asing, apalagi aromanya karena belum terbiasa. Namun karena khasiatnya, Teh Kombucha ini sangat baik untuk disebarluaskan kepada masyarakat,” ungkap salah satu Ibu kader Posyandu Desa Dawungan.

Melalui sinergi lintas disiplin ilmu ini, diharapkan Desa Dawungan tidak sekadar menjadi produsen teh kombucha yang unggul, tetapi juga menjadi percontohan desa yang sadar akan pentingnya iklim usaha rumahan yang aman, sehat, dan berdaya saing tinggi.





Editor: Keredaksian Digdaya